Pernah ada sesosok sahabatku yang pernah berucap :
"KAMU INI BODOH ATAU APA? KAMU NGGAK CAPEK LARI-LARIAN TERUS SENDIRIAN CUMAN BUAT PENGEN DEKET TERUS SAMA REY? SEDANGKAN REY NGGAK PERNAH NGERTI KAMU KAYAK GINI BUAT DIA , MENOLEH KEARAHMU AJA ENGGAK! APA SIH YANG KAMU KEJAR DARI REY HAA? APA AKAN ADA HASIL? APA KAMU NGGAK TAU DIA JUGA BERLARI , NAMUN BUKAN BUAT KAMU? SAKIT KAN? UDAH LAH AYO BERHENTI , NGGAK SEPANTESNYA KAMU KAYAK GINI MULU RAA!"
Lalu aku melontarkan sebuah senyuman dengan iringan air mata yang mulai jatuh dari pelopak mataku, dengan kuat dan tegasnya aku menggerakkan bibirku dan keluarlah kata :
"Kalian tanya aku nggak capek lari-lari terus? Jelas aku akan menjawab IYA :') , aku memang capek , aku lelah namun ada sesuatu yang melarangku , yang yang jelas buat aku kuat yang bisa buat aku berdiri setegar , sekuat ini dedepan mata kalian , Kalian memang gampang bicara bodoh , kalian pun juga nggak salah , kalian memang belum benar-benar merasakan apa yang ada diposisiku, apa yang aku mainkan selama ini :)). Dan aku mengejarnya dengan hati , kalian pun sempat bertanya "Apa yang kamu kejar dari Rey? apa yang kamu lihat dari Rey?" itu memang bukan pertanyaan yang semudah menjawabnya Iya atau Tidak, lalu aku menjawabnya . Dengan senyuman kecil aku menjawab Aku melihat dia yang tidak bisa kalian lihat dari dirinya , aku melihatnya seperti pelangi yang sangat indah , sangat rapi dengan berbagai macam warnanya :')
Aku memang ngerti dia berlari untuk yang lain didepanku , dan aku juga melihatnya betapa kokoh betapa kuatnya dia melawan waktu , tak perduli berapa waktu yang harus ia buang? berapa tenaga yang harus ia buang? berapa materi yang ia keluarkan? aku biarkan saja , aku tak memaksa dia untuk melihat kearahku , melihat seberapa besar perjuanganku , bahkan aku tak pernah memaksanya untuk MENCINTAIKU :')
Aku salut dengannya , ia tak pernah menunjukkan rasa lelahnya didepan yang lain , ia selalu bersikap kuat , al hasil perjuangannya berbuah NIHIL , iyaa , ternyata seseorang yang telah ia perjuangkan tak mau menoleh kearahnya , ia acuh kepada Rey.
Kasihan? Iya jelas , aku bahkan tak tega mendengarnya. Lalu menyuruhnya berhenti? Enggak , aku nggak mungkin seperti itu :)
Biarkan waktu yang akan menjawab semua sampai kapan ia harus berlari , dan juga biarkan dia tahu semua yang telah ia tabur =))"
